Sabtu, 21 Oktober 2017

I was A Coffeeholic (?)


Penyuka kopi ini, mungkin gen bawaan dari ibu yang tiap harinya tidak pernah absen untuk ngopi. Ketika bau kopi tercium, aku akan menghirupnya dalam-dalam. Membiarkannya memenuhi rongga pernafasan, kemudian menahannya lebih lama. Lalu indera pencecapku pun terangsang untuk ingin menikmatinya. Perpaduan pahit dan manisnya.

Kembali ke gen bawaan. Aku kerap menyicip kopi milik ibu. Dan kadang ibu sengaja menyisakan kopinya untukku. Ya, karena aku suka dengan ampasnya. Awkward banget ini, tapi emang faktanya gitu. Aku suka bagian kopi yang mengendap di gelas itu. Haha... 
Akupun kerap membeli kopi baik kopi bubuk maupun kopi sachet yang dijual di toko-toko. Saat makan di warung makan atau kafe yang menyediakan kopi, akupun kerap memesannya. Mungkin belum layak dibilang coffeeholic, tapi bisa lah disebut penyuka kopi.

Tibalah pada suatu masa yang aku harus menghindari kopi. Saat aku (menderita) batuk. Untuk beberapa lama aku tidak mengonsumsi kopi, meski ingin. Godaan aroma kopi saat di kantor, di rumah, di kafe harus aku halau. No coffee! Dan ini cukup lama, karena entah kenapa batuk itu tak kunjung reda.

Dan ketika batuk telah reda, aku kembali membeli beberapa sachet kopi bermacam merk. Akupun tak sabar segera menyeduhnya. Akhirnya minum kopi lagi, batinku saat menikmatinya sesap demi sesap hingga tandas. Namun, tak lama setelah itu, detak jantungku terasa lebih cepat, tubuhku terasa agak lemas, keluar keringat dingin di telapak tanganku. Memang telapakku sering keluar keringat, tapi keringat yang ini berbeda.

Well, karena itu.. aku sekarang benar-benar menghindari kopi. Karena memang terasa tak nyaman setelah aku menyesapnya. Meski kadang-kadang aku masih menyicip kopi seduhan ibu. Tapi, aku tak lagi belanja kopi seperti dahulu lagi.

________
Tak semua yang kita suka, cinta, dan inginkan adalah yang terbaik buat kita. Aku suka kopi, namun ternyata kopi tidak baik untuk kesehatanku. So, ya harus aku hindarin. Seperti ketika kamu menginginkan seseorang, namun orang itu ternyata sudah punya pasangan. (Eh!) Ya kamu harus merelakannya, ikhlasin.. masih ada yang lain kok. :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar