Sabtu, 23 September 2017

Eh, Tanggal Merah, Ya?

Salah satu yang unik di madrasah tempat aku bekerja adalah tidak ada liburan kecuali hari Ahad. Tidak ada liburan tahun baru (1 Januari, tahun baru imlek, pun 1 Muharram), peringatan hari-hari besar agama, tentunya kecuali 2 hari Raya Islam. Kenapa? Wah, ngga nasionalis nih sekolahnya. Radikal. Bahaya! Kau berpikir begitu?

Jangan salah, di tempat kami tetap melaksanakan upacara bendera pun upacara peringatan 17 Agustus lengkap dengan paskibra-nya kok.

Alah itu cuma kamuflase!

Hmm... ya terserah sih kalau mau berpikir begitu.

Namun madrasah kami punya alasan. Misalnya saja liburan Waisak, kenapa harus libur? Kan siswa juga tidak merayakannya. So, daripada libur di ma'had aja atau jalan-jalan engga jelas, lebih baik kan belajar di kelas. Setuju?!

Nah, karena keunikan ini.. ketika tanggal merah, kami terutama aku sering tidak sadar kalau hari tersebut adalah sebenarnya hari libur.
Contoh:
Aku minta tolong adikku untuk menguruskan sesuatu di kampus.
"Rifa, ke kampus? Tolong bla bla bla..."
"Engga, Mbak Win. Kan hari ini libur."

Mbak Muna minta hari itu dianter ke Bank. Sementara aku sedang sibuk.
"Dek, temeni ke bank."
"Aku lagi bla bla bla. Besok aja ya..."
"Besok tanggal merah."
-___-

Itu beberapa kekacauan ketika tanggal merah tiba. Namun, 'Ala kulli haal... aku menikmati kerja di tempat ini dengan segala yang ada, meski terlihat tak wajar. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar