Senin, 02 Januari 2017

REUNI

Rindu. Memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu (KBBI QTmedia). Begitulah yang kita rasa ketika berpisah dengan orang-orang yang telah mendapatkan bagian di hati kita. Entah kebersamaan itu lama atau tidak, suatu saat pasti akan ada keinginan untuk berjumpa kembali, bercengkerama bersama, berkisah bersama, dan yang paling menarik adalah menceritakan kembali tentang apapun yang dulu kita lalui bersama, nostalgia. Dan liburan, adalah saat yang tepat untuk menyambung rasa itu. Aku pun tak ingin menyia-nyiakan ajakan teman-teman [lama] untuk mengadakan reuni.




[satu] Kontrakan Ceria Part 1


Dulu, kami tersatukan oleh peraturan kampus yang me'wajib'kan seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti program ma'had. Namun, saat itu kampus belum memiliki ma'had putri. Kampus menunjuk 3 pondok, Annida, Alfalah, dan Nurul Asna. Hanya sedikit saja yang mengindahkan peraturan itu.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal, aku memilih Annida sebagai tempat singgahku.
Singkat cerita aku dan beberapa temanku, setelah menghuni Annida kurang lebih 2 tahun, memutuskan untuk mencari kontrakan di daerah yang dekat dari kampus.
Setelah teman-temanku keliling cari kontrakan kesana-kemari, aku ngga ikutan hehe, ditemukan sebuah rumah yang lumayan bagus dan tentunya biaya sewanya terjangkau oleh kantong kami.

Kami berdelapan: aku, mbak Khanif, mbak Fatiya, Henny, mbak Elly, mbak Dyah, mbak Wida, dan Yuni si bungsu. Menempati rumah itu bareng-bareng. Dan kami akhirnya menamakannya dengan Kontrakan Ceria.

Hidup bersama. Jadwal bersih-bersih, jadwal masak, termasuk iuran membeli sayuran, biaya air, dan juga biaya listrik. Riak-riak kadang muncul dalam kebersamaan kami. Namun, alhamdulillah, itu tidak mengotori ukhuwah kita. Semoga ukhuwah ini senantiasa terjalin, berkumpul kembali di jannahNya. Aamiin

Kini, kami telah berpisah. Salatiga, Jogja, Magelang, Probolinggo, Jakarta. Hal itu sangat membatasi komunikasi kami. Dan untuk menyatukan kami yang terserak ini, dibuatlah grup whatsapp dengan harapan ukhuwah dan silaturrahim terus terjalin.

Menjelang liburan sekolah. Kebetulan rata-rata kami berprofesi sebagai guru. Jadi untuk masalah liburan pasti serentak. Grup pun ramai membahas reuni. Sayangnya tak pernah ada titik temu. Maklum, meski libur sekolah, kadang adaaa saja tugas-tugas yang lain. Akhirnya dipilihlah hari yang paling banyak bisa dihadiri oleh kami, 24 Des 2016.

Hari itu tiba. Paginya, ada konfirmasi dari beberapa teman ternyata mendadak ada halangan. Ya sudah! Walaupun begitu, reuni tetap berjalan, dihadiri oleh 3 mantan penghuni Kontrakan Ceria: aku, mbak Dyah, dan mbak Wida, dan keluarga. 

Agendanya apa? Sengaja kami tidak menyusun rentetan acara. Pertama, karena anggota kami yang hanya sedikit. Kedua, kami hanya ingin menikmati kebersamaan dengan santai. Berbagi cerita apapun, juga nostalgia bersama. It's all. Alhamdulillah 'ala kulli haal...


[Dua] Mifda

Berawal dari komen di FB pada sebuah postingan, aku tersere pada sebuah percakapan tentang reuni. Reuni dengan teman-teman seperjuangan di Mifda, tempat aku pertama kalinya belajar mengamalkan ilmu yang aku punya, mengajar.

Jujur, sebenarnya agak mikir-mikir sebelum akhirnya aku mengatakan "ya!" untuk ikut reuni. Apa pasal? Ada rasa ewuh-pekewuh. Banyak guru yang tidak aku kenal yang nanti juga ikut datang. Karena selepas aku meninggalkan sekolahan itu, banyak guru baru datang. dan hampir semua guru baru tidak aku kenal.

Tapi, demi berjumpa dengan kawan-kawan lama, demi kembali bercengkerama, dan membicarakan apapun, aku akhirnya turut hadir. Meski di sana aku lebih banyak menyimak celoteh mereka, aku cukup bahagia. :)


[Tiga] Kontrakan Ceria Part 2

"Mbak, hari ini ada acara?"
Sebuah pesan di WA aku terima, dari mbak Fatiya. Ni anak bau-baunya mau ngajak ketemu. Segera aku jawab. Well, beneran dia udah otw Salatiga. Bener-bener deh!

Sorenya yang aku sudah ada rencana maen ke Jepara pun langsung siap-siap. Tak lupa membawa netbuk yang lumayan berat. Maklum, anak sekolah, musti bikin PR. Hehe
Kami berjumpa di rumah mbak Khanif, di daerah Bugel. Tak sampai setengah jam dari rumahku. kedatanganku disambut mbak Khanif, mbak Fatiya, dan mbak Elly. Henny ngga bisa datang, anaknya masih bobok. Tak beda jauh dengan reuni sebelumnya. Ngobrol dan makan-makan. Emang mau apa lagi? Berjumpa lagi setelah sekian lama berpisah aja udah seneng banget kok. 

Usai makan siang, kami berempat ditambah Tsaqif putra mbak Khanif menyambangi rumah Henny yang letaknya tak jauh dari rumah mbak Khanif. Ngobrol lagi. Sambil menikmati teh hangat. 

We're family till jannah. Insya Allah... 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar