Jumat, 23 Desember 2016

Wi-fi Corner

Berada di desa yang jauh dari peradaban, bagiku lumayan menyiksa. Meskipun itu adalah kampung halamanku sendiri. Yang bikin mangkel sebenarnya bukan karena susah kalau mau jajan tau beli apapun. Tapi karena, jangkauan internet yang bikin esmosi. Taulah, hari gini internet udah jadi kayak kebutuhan hidup. Entah masuk kategori primer, sekunder, atau tersier. Terbiasa tinggal di daerah yang mudah jaringan koneksinya. Ditambah ada fasilitas dari sekolah wifi yang kadang nyantol sampai kamar. Tak pelak hal ini mengganggu kenyamanan hidup. Waks..

Maka, ajakan wanita kesepian -Ups, maksudku kakak sepupu yang sampai sekarang belum memperoleh pekerjaan. Dan harus dilanda kebosanan di rumah. Doakan ya semoga cepet dapet kerjaan- untuk pergi ke wifi corner itu langsung aku iyakan. Dengan bermodal Rp 5.000,- bisa menikmati internet 12 jam penuh. Asal betah aja nongkrong 12 jam di sono. Kalau aku sih palingan 2 jam aja udah gerah. Mana di sana rame, asap rokok kemana-mana. Bikin wangi baju bekas semprotan rapika berganti menjadi bau asap.

Meskipun cuma Rp 5.000,- ga boleh disia-siakan dong ya. Sesampainya di sana, aku buka netbuk. Download video pelatihan yang kemarin-kemarin hanya dimasukkan ke daftar watch offline di HP. Aku download, dan aku simpan. Biar kapan-kapan kalau butuh bisa ditonton lagi. Selain itu, copas blognya Brili Agung sang mentor buat diprint dan dibaca di rumah. Jujur, aku lebih suka baca bacaan dalam bentuk print out dari pada baca lewat layar HP atau pun netbuk. Mata cepet capek. Entahlah, mungkin karena udah sepuh. Haha....


Oh my! Aku ga sempet buka akun sosmed di sana. Haha... gapapa lah. Ga penting juga kok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar