Senin, 31 Agustus 2015

Sarapan Bagiku

Senin pagi, bukannya aku tak semangat hari itu. Pagi-pagi sekali aku sudah bersiap menuju kampus. Oh ya, temen-temen harus tau, kelasku di semester ini dimulai jam 06.00. Jam enam, boy! Bisa bayangin, jam segitu ayam pun belum beranjak dari kandangnya. Sedangkan aku? Di saat ayam-bebek-sapi-kambing-kuda-kerbau-bahkan semut masih merem, dan mungkin juga kalian.  aku harus sudah stand by di kelas. ‘Bercengkerama’ bersama para mahasiswa-mahasiswi yang masih polos. Tentu taraf kepolosannya beda dengan anak SD, lah.

Rabu, 05 Agustus 2015

Penantian

Sejatinya, hidup ini sebuah penantian. Penantian kecil maupun penantian terbesar. Penantian besar, kehidupan di akhirat; surga atau neraka. 

Penantian kecil. Penantian kecil, berbagai keinginan yang dinantikan selama hidup di dunia yang sementara ini. Menantikan kelulusan bagi penuntut ilmu, kemudian menantikan pekerjaan yang menyejahterakan. Menantikan datangnya jodoh bagi pemuda. Menantikan kelahiran buah hati bagi pasangan suami istri, kemudian menantikan tumbuh kembang buah hatinya menjadi dewasa, dan sebagainya.


Begitulah hidup kita di dunia. Menanti, menanti, dan menanti. Yang ending-nya nanti adalah kematian.

Menanti. Menunggu. Sesuatu yang membosankan, bukan? Kata sebagian orang begitu. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah serupa dengan sebagian orang di atas? Merupakan sesuatu yang menjemukan? Atau bahkan menjengkelkan?

Semua tergantung pada kita. Apakah kita akan dibuatnya bosan, jemu, jengkel atau malah kita menikmatinya. Jika selama kita menanti, kita do nothing, pasti kita akan bosan dibuatnya. Namun, jika kita mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat, in syaa Allah rasa bosan, jemu, jengkel tak akan berani menampakkan diri ke hadapan kita. Karena apa? Dengan kita mengerjakan hal-hal itu kita tidak akan merasa menunggu. Tiba-tiba saja yang yang kita nantikan tadi datang. Karena memang penantian-penantian itu adalah fase-fase yang akan kita lewati.

Maksimalkan waktu (penantian) kita dengan kebaikan. Agar masa depan kita tak penuh dengan penyesalan. :)