Selasa, 12 Mei 2015

Solo, We are Coming: Angkot dan Pisang Rebus

Setelah kejadian yang menimpa kami di pojok lapangan Pancasila, kami, terutama aku, takut. Bukan berarti penakut lho ya, tapi kami memang benar-benar merasa bersalah. Beda, kan? Hehehe

Ketika ada angkot melintas, aku segera menyetopnya. Aku ganti naik angkot. Meninggalkan ukhty Ari. Angkot itu membawaku ke pertigaan Kalinongko, untuk selanjutnya naik angkot jurusan Sruwen. Ketemu ukhty Ari di Nu*is, karena dia ada urusan di sana, sekalian nitip motor. Sampailah aku di pertigaan Kalinongko. Aku minta pak sopir untuk menghentikan mobilnya. Aku rogoh saku mengambil uang untuk bayar angkot. Rp 4.000,- aku serahkan ke pak sopir angkot, kembali Rp 1.000,-.

Aku mulai panik. Kayaknya ngga ada receh lagi. Aku buka dompet, nihil. Mana mau pak sopirnya dibayar Rp 1.000,-? Tengaran tu jauh, Vroh! Tak berapa lama, angkot yang kutunggu datang. Aku menyetopnya. Setelah mendapat tempat duduk, aku kembali mengecek tas. Barangkali terselip uang di sana. Mau bayar pake uang Rp 50.000,- wagu juga, kan? Semakin panik. Muncullah ide konyol, kalau pak sopirnya ngga mau dibayar Rp 1.000,-, ntar aku tambahin pisang rebus lah. Hahaha.... Soalnya ibu mbawain aku pisang rebus pas mau berangkat. Hehehe....

Di depanku duduk seorang mbak-mbak, yang aku taksir berumur sekitar 30-an. Aku beranikan diri menyapanya, “Mbak, bisa tuker?” aku angkat tanganku yang sedang memegang selembar kertas berwarna biru. “Ngga ada, Mbak.” Jawab si mbak. Aku mendesah. Masa’ ya iya sih, bayar angkot pake pisang? Putus asa. Ya udah, lah. “Eh, Mbak, ada ding.” Kata si mbak kemudian. Wajahku berubah sumringah. Mbak ini malaikat tak bersayap yang Allah siapkan untukku. “Makasih banyak, Mbak.” Teriring do’a semoga Allah membalas dengan sebaik-baik balasan.


Allah Maha Pengasih kepada setiap hambaNya. Jangan pernah putus asa. Selalu ada pertolonganNya dalam setiap kesulitan. Si mbak yang bersedia menukar uangku adalah salah satu perpanjangan ‘tangan’ Allah kepadaku, kepada hambaNya yang sedang galau gegara tak ada uang untuk bayar angkot. Bukti bahwa Allah selalu mengasihi hambaNya, tak membiarkan hambaNya terpuruk dalam kesulitan. Subhanallah. Allahu Akbar!! :)


-------------------
Baca juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar