Selasa, 12 Mei 2015

Solo, We are Coming: Angkot dan Pisang Rebus

Setelah kejadian yang menimpa kami di pojok lapangan Pancasila, kami, terutama aku, takut. Bukan berarti penakut lho ya, tapi kami memang benar-benar merasa bersalah. Beda, kan? Hehehe

Ketika ada angkot melintas, aku segera menyetopnya. Aku ganti naik angkot. Meninggalkan ukhty Ari. Angkot itu membawaku ke pertigaan Kalinongko, untuk selanjutnya naik angkot jurusan Sruwen. Ketemu ukhty Ari di Nu*is, karena dia ada urusan di sana, sekalian nitip motor. Sampailah aku di pertigaan Kalinongko. Aku minta pak sopir untuk menghentikan mobilnya. Aku rogoh saku mengambil uang untuk bayar angkot. Rp 4.000,- aku serahkan ke pak sopir angkot, kembali Rp 1.000,-.

Minggu, 10 Mei 2015

Solo, We are Coming: Terdakwa

Sebuah kesyukuran bagiku, Allah hadirkan akhwat cantik nan shalihah dalam hidupku. #eaaa.... Sahabat baruku, Arifaturrohmaniah namanya. Biasa aku panggil dengan Ukhty Ari. Sahabat yang sudi mendengarkan celotehku tentang anak-anak shalihah di tempat kami belajar bersama. Mereka yang unik. Mereka anak-anak yang hebat dan juga nggemesinFix, kami biasa ghibah. Jangan ditiru!! Hihihi