Senin, 02 Maret 2015

Tukang Sayur dan Hadiah Kerudung

Hari Ahad. Pagi-pagi aku duduk di ruang tamu bersama kedua saudara, Niam dan Shifa. Menyaksikan hilir mudik para pejalan yang melintasi jalan depan rumah dari balik kaca riben. Para pedagang sayur bergantian. Berhenti pada tempat-tempat stategis, kemudian para ibu mendatanginya. Biasanya di jalan belokan depan rumahku.

Mentari bergerak ke atas. Panasnya mulai terasa di kulit. Seorang mbak sayur mengemudi motornya yang di tempat duduk belakang berisi bronjong sayur, dengan agak lambat. Kebetulan aku akrab dengannya. Dulu, suaminya yang juga pedagang sayur juga menjajakan dagangannya di daerahku. 

Ketika mbak sayur itu sampai depan rumahku, aku panggil dia dari pintu. "Bu, mampir sik." Karena memang kami sudah akrab. Sering mampir ke rumah, meskipun ibuku tidak sering belanja di tempatnya. Si mbak pun berhenti dan turun dari motornya, lalu masuk ke rumah. Dan duduk bersama kami.

Aku amati pakaiannya dan segera tergelak. "Waah, kudunge anyar." selorohku. Kerudung ungu yang dia kenakan dengan ada 3 huruf 'ro' berbaris di sebelah kanan petnya, sepertinya model baru. Karena sebelumnya sama sekali aku belum pernah melihat model kerudung seperti itu.

Dengan agak tersipu, "iyo, ditukokke bojoku." "Lha rego piro?" sambungku. "embuh ora reti, wong labele wis ora ono." jawabnya. Ooh... kerudung itu dibelikan oleh suaminya. Mungkin sebagai hadiah atau apalah... sebagai wujud sayang kepada istri. Begitu pikirku. Waah... so sweet! :)

----------------
Aku berjalan menuju ruang Prodi TBI bersama teman, Kantil. Dia ada sedikit urusan di sana, Ketika kami melewati depan ruang Prodi PBA yang merupakan ruangan sebelah ruang Prodi TBI, duduk berjajar mahasiswa yang sedang menghafal materi Ujian Kompre. Ada beberapa wajah akrab. Kami saling sapa. Salah satunya adalah Nasiroh. Dia anak Giling yang juga adek dari teman sekelasku ketika MTs dan kuliah. Tiba-tiba, "Mbak, ndak njenengan ngerti Ribut?" Ribut adalah suami dari mbak sayur keliling di daerahku. 

Aku segera teringat tentang kerudung si mbak sayur. "Iyo ngerti. Jarene takon-takon Toko Robbani neng dirimu yo?" jawabku kemudian. Dan Nasiroh malah tertawa. Loh?! "Kae ki to, Mbak, kerudungku ki wis tak nggo trus dituku. Arep tak tukokke ora gelem." jawabnya sambil terkekeh.

0_0
Oalah, jadi kerudung si mbak sayur itu ngga ada lebelnya karena itu.... Dikiranya mau kasih surprise  buat istri, ternyata ...! Hehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar