Senin, 30 Maret 2015

Penakhlukan Gunung Andong

Tiap kali lihat foto orang sedang berada di atas gunung, bawaannya envy. Huhh! Aku juga pengeeeeeennn... lagi-lagi kata-kata itu hanya tersesak di dada. Si kakak sepupu, mbak Muna, hobinya naik gunung sejak dia tercatat sebagai mahasiswa perikanan. Dia bergabung dalam organisasi PALAKA, yang isinya jelong-jelong, ke gunung, ke pantai. “mbok kapan-kapan aku dijak siih! L” selorohku setiap dia update DP BBMnya. Siapa yang ngga mupeng coba, seringkali fotonya berlatarkan gunung-gunung yang tinggi, kadang hamparan air yang bergelombang?

Rabu, 18 Maret 2015

Pesona Gua Rong Nan Menawan

“Kakak, aku butuh piknik.”

Begitu bunyi messenger yang aku layangkan ke mbak Muna beberapa hari yang lalu. Aktifitas sekolah, asrama, dan kampus yang terus berputar kadang membuatku capek, badan dan pikiran. Penat. Sepertinya aku perlu lari menghindar kemudian sembunyi dari kejarannya. Bukanku ingin lari dari masalah dan tanggung jawab. Aku hanya butuh rehat sejenak. Melepas semua beban di pundak, sebentar saja.

Jumat, 13 Maret 2015

Bayang-Bayang Kematian

Pagi itu hari Rabu. Tak ada jadwal ngawas UTS. Tentunya ini momen berharga buatku. Aku tak ingin menyia-nyiakan kelonggaran waktu ini. Di hadapanku setrika panas bergerak maju-mundur, melindas pakaian yang aku gelar. Tumpukan pakaian acak-acakan teronggok di sebelah kananku mengantri menanti belaian hangat sang setrika, dan beberapa yang lain sudah tersusun rapi dengan kombinasi warna yang beragam.

Rabu, 11 Maret 2015

Cerita Mahasiswa dan Perjalanan Hidupnya

Aku tertegun mendengarnya bercerita. Mahasiswa yang masih duduk di semester dua ini punya perjalanan hidup yang luar bisa.

Berawal dari sebuah pertanyaan tentang rokok, yang kemudian menjalar ke miras. 
“ada yang pernah nyoba-nyoba minuman keras?” tanyaku kepada mahasiswa di kelas. 
Celoteh ringan keluar dari mulut-mulut mereka. “Oh, saya sering, Bu, es batu.” Tawapun sedikit meledak, mengindikasikan aura keakraban yang terjalin antara aku dan mahasiswa.
“Pernah mbuat, tapi nggak pernah minum,” satu suara tiba-tiba menyusup di antara keriuhan kelas. Maksudnya? Aku terhenyak. “Gimana, Mas?” tanyaku kemudian, setelah aku mengetahui sumber suara itu berasal. 

Lalu ia pun berkisah perjalanan hidupnya sebelum melanjutkan kuliah di kampus kami.

Tahun 2010, ia lulus dari sekolah menengah atas. Melanjutkan ke sekolah perhotelan selama satu tahun. Setelah lulus, ia bekerja di bar pada sebuah hotel. Kebiasaannya adalah meladeni para peminum. Namun, ia bilang, “Tapi saya ngga pernah minum kok, Bu.” Ia terpaksa bekerja di tempat tersebut, tuntutan ekonomi. Bagaimanapun, ia harus bekerja sampai kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil. Ntah masalah keluarganya apa, namun aku mencoba untuk memaklumi. Toh, tidak semua keluarga mempunyai kehidupan ekonomi yang selalu baik, kan?

Karena rasa takut dan tidak nyamannya bekerja di tempat tersebut, ia mencari pekerjaan di tempat lain. Dapatlah pekerjaan di Bandung. Di hotel juga. Awalnya ia merasa lebih beruntung. Namun ternyata, di sana ia menyaksikan praktik-praktik tidak halal. Rasa takut pun muncul kembali.

Ia pun pindah kerja pada sebuah hotel di kota Jogjakarta. Aku lupa di bagian apa ia bekerja. Yang intinya di sana ia juga menemukan praktik-praktik tidak halal. Yang menimbulkan perasaan yang sama kembali muncul. Dan akhirnya, ia berpikir, sepertinya aku harus keluar dari perhotelan.

Niatnya Allah dengar dan kabulkan, ia benar-benar berhenti dari dunia perhotelan. Allah memberinya jalan berbisnis. Karena kondisi ekonomi keluarga saat itu juga sudah mulai stabil. Dan ia juga berniat untuk belajar agama. Alhamdulillah kini ia belajar di kampus kami, yang nota benenya adalah kampus Islam.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari hal-hal yang ia haramkan. Semoga apa yang kita tempuh senantiasa berada di jalanNya. Bukan jalan yang Ia benci. Dan semoga Allah berikan keberkahan dalam harta kita. Aamiin...


Selasa, 10 Maret 2015

Begal dan Copet

 Yang sedang marak di kota Salatiga tercinta saat ini adalah; BEGAL dan COPET! Ngeri binggo, kan??

Begal. Salah satu titik rawannya di daerah gardu induk Bringin, Domas. Jalan ke rumahku tuuh. Hehe… “Aku kemaren pulang aman-aman aja.” Komentarku mendengar berita-berita yang beredar. “Yaelah, kamu kan naek angkot.” Sahut temanku. Ohoo… ternyata target sasarannya adalah pengendara motor. Untuk berita korban sih belum tau, tapi katanya ada seorang perempuan ditemukan di kali, sudah tak bernyawa. Kejam! Jahat!


Minggu, 01 Maret 2015

Tukang Sayur dan Hadiah Kerudung

Hari Ahad. Pagi-pagi aku duduk di ruang tamu bersama kedua saudara, Niam dan Shifa. Menyaksikan hilir mudik para pejalan yang melintasi jalan depan rumah dari balik kaca riben. Para pedagang sayur bergantian. Berhenti pada tempat-tempat stategis, kemudian para ibu mendatanginya. Biasanya di jalan belokan depan rumahku.