Rabu, 11 Februari 2015

Solo, 10 Februari 2015

Semalam, tiba-tiba Kantil, begitu panggilan akrabnya, nge-chat via WhatsApp. Dia bilang, besok (hari ini) mau ke Solo. Ke Gramedia dan Togamas. “Mau ikut?” tanyanya. Mmm... menggiurkan! Pokoknya apapun yang berhubungan dengan buku, aku selalu interested.
Setelah dipikir-pikir, iyain aja ah. Kebetulan hari Selasa saat ini free. Perkuliahan semester genap di kampus baru dimulai besok tanggal 23 Februari. Nah, daripada nganggur di asrama atau cuma luntang-lantung di  sekolah, jalan-jalan ke Solo sepertinya akan lebih baik.

Tibalah kami di kota Solo.
1.       Museum Radya Pustaka

Sepertinya museum ini tidak begitu terkenal. Karena aku yang dulu telah tinggal di Solo hampir 3 tahun, sama sekali tak mengenalnya, mendengar namanya disebut saja belum pernah. Berbekal penasaran, kami pun memasuki bangunan ini yang sebelumnya membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,- dan akan kena charge Rp 5.000,- jika membawa kamera.
Dalam benak kami, Museum Radya Pustaka, berisi peninggalan-peninggalan sejarah yang berhubungan dengan buku-buku ataupun naskah-naskah kuno. Sekilas menerka dari namanya, Pustaka. Karena sejauh pengetahuan kami, pustaka adalah yang berhubungan dengan buku-buku. Namun, setelah kami memasuki bangunan itu yang kami temukan adalah barang-barang kerajaan seperti: piring, gelas, nampan, topi-topi, blangkon, alat-alat gamelan, senjata-senjata; keris, pedang, arit, bendo, dan sebagainya. Ada satu ruangan seperti perpustakaan, berisi buku-buku bertulisan huruf Jawa. Namun yang mendominasi adalah senjata-senjata. Dan akhirnya aku membuat kesimpulan, museum ini lebih cocok Museum Radya Pusaka. :D

*sorry no photo, soalnnya kami ngga mau kena charge Rp 5.000,- sebenarnya sih bawa HP yang berkamera, tapi kami ngga mau berbuat dzolim. Hihi...

2.       Gramedia
Toko buku yang berada di Jalan Slamet Riyadi ini selalu ramai pengunjung, mungkin toko ini adalah toko buku terlengkap di Kota Solo. Selain menyediakan buku, toko ini juga menyediakan berbagai macam peralatan sekolah, alat-alat musik, dll. Tapi harganya menggunung tinggi. Ups! Eh, ada diskon kok, tapi hanya untuk member sama pengguna debit BCA. Kayaknyaa...

*no photo lagi, karena kami bukan cewek narsis. Sudah kelewat umur. X_X

3.       SGM
Kendaraan beroda tiga (becak) membawa kami ke tempat ini. Kasian sih ya, bapaknya ngayuh sepeda mendorong kami. Kebayang bagaimana capeknya. Tapi lebih kasian lagi kalau bapaknya pulang ke rumah tanpa membawa hasil. Eaaa...
Eits, ini bukan merk susu lho ya. Hehe... Singkatan dari Solo Grand Mall. Salah satu pusat perbelanjaan (baca: nongkrong) di Solo. Tak banyak yang kami lakukan di sana, cuma makan dan sholat.

*no photo, karena kami anti mainstream. XD

4.       Togamas
Toko buku ini juga terletak di jalan Slamet Riyadi. Pengunjung tidak seramai  tokbuk yang tadi. Namun toko ini lebih merakyat. Setiap pembelian mendapatkan diskon. Tanpa embel-embelan member atau apalah. Toko ini juga cukup lengkap menurutku. So, it’s recomended for all book lovers. Sayangnya yang di Salatiga sudah ngga ada.

*no photo, because .....

Sekian pengembaraan kami hari ini di Kota Solo... and, now, it’s your turn! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar