Rabu, 18 Februari 2015

One Day in Jogja

Lama kaki ini tak menapak di tanah Jogja. Kota yang dengan keistimewaannya memberikan kesan dalam hidupku. Dulu, aku sambangi kota ini setiap minggunya. Setiap akhir pekan, kalau tidak sedang malas. Hehe... Studi lanjut yang hingga saat ini, entah sampai kapan akan berujung pada sebuah selebrasi menyandang baju kurung warna hitam dan tak ketinggalan topi lebarnya, wisuda.


Selasa, 17 Februari 2015. Dek Dedy mendahuluiku menyandang pakaian kebanggaan itu. Wisuda untuk studi D3-nya di jurusan Komsi UGM. Alhamdulillah. Semoga ilmu yang telah dia peroleh selama 3 tahun lebih itu bermanfaat lagi berkah. Aamiin..
              
Oh iya, pada hari yang sama, salah satu sahabat, ustadzah Mu’awanah, merayakan kebahagiaan atas berakhirnya status lajang. Maaf tidak bisa hadir. Do’aku semoga pernikahannya membawa keberkahan. Baarakallah lak wa’alaik.. do’akanku semoga segera menyusul. Hehe... ;)

Back to jogja...
Selepas sholat Subuh yang awal banget, aku meluncur ke Jogja bersama pak Mul dan Bulik. Menembus hawa dingin dan gelapnya jalanan yang masih sepi. Di tengah perjalanan, rupanya sang mentari bersiap-siap menampakkan diri. Terlihat mega berwarna orange tersembul dari langit yang lumayan gelap. Ingin sekali aku mengabadikan pemandangan yang elok itu dengan kamera HPku. Namun sayang, lensa kamera itu tidak sehebat lensa mata pemberian Allah kepadaku. Ya, aku hanya bisa mengabadikannya dalam ingatan. Hmm... Subhanallah! Allahku memang Maha Keren! Pencipta yang tiada tandingan.

Assalamu’alaikum Jogja ....

Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dalam momen yang beda. Terik menyapa. Hembusan angin tak begitu terasa. Panas. Gerah. Beda sekali dengan Salatiga yang berhawa dingin. Aku sedang berada di Jogja. Kota pelajar.

Halaman GSP. Kendaraan kami turut nyempil di antara kendaraan para wisudawan dari berbagai daerah yang terus berdatangan. Dek Dedy sudah bersiap memasuki ruang ‘kramat’, dan pak Mul serta bulik juga sudah menuju kesana. Jam 08.00.  Dan aku? Prosesi wisuda sampai jam 11. Trus ngapain? Yuhuu... ke Maskam.

Maskam UGM ....
Mengguyur badan yang kegerahan, karena memang tadinya belum mandi. x_x Eh baru tahu kalau di toilet maskam tidak boleh untuk mandi. Ah kebacut. Yang penting badan udah seger. Hehe... Dilanjutkan menuju masjid. Berada di masjid, yang meskipun tidak ber-AC selalu merasakan kesejukan. Kuasa Allah. I’tikaf. Dan tiba-tiba kantuk melanda. Memang semalam aku kurang istirahat. So, tidak ada salahnya kalau aku mengistirahatkan badanku di tempat ini.

Berkumpul
Waktu hampir menunjukkan pukul 11, dek Ria dan dek Indah sudah berada di halaman masjid. Aku segera menemuinya. Dek Ria rela bolos kuliah demi menghadiri hari spesial sang adik, datang dari Bogor. Kamipun segera menuju GSP bertiga. Setiba kami di sana, gedung sudah ramai. Kebahagiaan terpancar di wajah para wisudawan. Aah... akupun ikut bahagia menyaksikannya. Akhirnya perjuangan mereka berujung. Kini ada embel-embel di belakang nama mereka. Selamaat!!

Yeach... sesi poto-poto tiba! Sebenarnya sih aku ngga begitu suka dengan kegiatan ini. Kenapa? Alasannya... akan diceritakan di lain episode. Hehe... Tapi, setiap momen spesial mestinya diabadikan. So, it’s time to be a model. Haha...

Lelah. Keringat menyembul melawati pori-pori kulit. Haus. Perut yang sejak pagi tak terisi, mulai melilit. Lapar. Tubuh kami butuh asupan. Rumah makan Pak Ndut menyambut  kami dengan keramahannya. Akhirnya kerongkongan kami yang terasa kering teraliri air. Segar. Segera kami melahap pesanan kami yang sudah menggoda lidah. Bismillah.. memang benar, lauk terlezat adalah rasa lapar. Hamdan Laka ya Robb.

Pulang
Matahari bergerak ke arah barat. Eh, salah ya? Kan yang bergerak buminya. Hmm... oke. Matahari semakin berada di sebelah barat. Pertemuan dengan kota ini, akan segera berakhir. Berganti dengan perpisahan. Berpisah dengan Jogja, berpisah dengan adek-adek. Mobil kami melenggang menuju Salatiga.  See you, Jogja. Tunggu aku kembali, di momen yang lebih indah. Wassalamu’alaikum, Jogja... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar