Senin, 23 Februari 2015

"Mbak Ini Tetangga Saya Ternyata"

Senin pagi, 23 Februari 2015. Kegiatan perkuliahan kembali dimulai. Kini tak bisa lagi ku berleha-leha seperti kemarin-kemarin. Tak ada lagi hari libur. Bahkan, setiap Senin dan Selasa aku musti ngampus pagi-pagi sekali. Jadual pagi, jam 07.00, membuatku berjejal bersama para siswa, pedagang, mahasiswa, dan macam-macam profesi lainnya. Aku berusaha menikmatinya, meski tak jarang gerutu terlontar dari mulutku. Manusia!



Kampus.

Aku mendapatkan lembaran yang berisi daftar nama mahasiswa. Woww... *shocked* tak ada satupun nama mahasiswa yang aku kenal. Dengan langkah gontai aku menuju ruangan. Cool. Kelas B5. Kelas tempat biasa aku mengajar. Sekilas aku amati penduduk kelas, asing!

Hmm...
Yang pertama aku lakukan adalah memperkenalkan diri seperlunya. Biar terkenal gituu..! Wakaka... Nama, asal, riwayat pendidikan, dan nomer HP. Selesai. Selanjutnya aku mengecek kehadiran mahasiswa dan menanyakan daerah asal dan kelas asal. Sampai tibalah pada sebuah nama, aku tanya asalnya dari mana. "Sama kayak Ibu." Jawab dia. "Oh, Pabelan? Pabelannya daerah mana?" tanyaku kemudian. "Dompon." sambungnya. What?! Tetanggaku ada juga yang kuliah di sini?, batinku. Karena memang kebanyakan tetanggaku ngampus di kampus sebelah, atau di luar kota. Baru ini nemu tetangga kuliah di IAIN Salatiga. Hehe...

"Masya Allah...!!" Heran bukan kepalang (Lebay mode on). "Mbak ini tetangga saya ternyata" sambungku. Diikuti celoteh riuh para mahasiswa. Tetangga 1 RW, cuma beda RT... tapi tidak saling mengenal. Duhh... selama ini kemana aja, Wiwin? Sibuk berdakwah kemana-mana. Weks... Tapi tetangganya ngga dikenal. :((

Kejadian ini benar-benar menamparku. Aku sadari kehidupan sosialku agak kurang. Memang sejak lulus MTs aku tidak pernah di rumah. Hanya pas di akhir masa-masa kuliah S1 dulu, itupun aku tidak pernah berbaur dengan masyarakat, cuma sama saudara dan kerabat saja. Selain itu, kesibukanku (hayyah!) selalu ke arah selatan. Riweh yaa? Gitu lah maksudnya. Intinya aku ngga pernah ke Dusun Dompon, yang letaknya sebelah utara dari rumahku, kecuali kalau Pemilu dan sejenisnya. jadi yaaaa.... harap maklum. Hihi... Yaa... ini bisa jadi evaluasi deh. Besok semoga bisa berbaur dengan masyarakat. Hehe....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar