Sabtu, 14 Februari 2015

Aku dan Valentine Day

Kali ini aku tidak akan membahas apa itu hari valentin atau bagaimana hukumnya dalam Islam. Untuk mengenai itu, klik saja di sini 
Tanggal 14 Februari ini katanya diperingati sebagai Hari Valentin, tiba-tiba aku ingat kejadian di masa silam. Ketika aku sedang duduk di bangku MTs. Apakah aku merayakannya bersama pacarku? Ssst...

Waktu itu, di jam istirahat aku jajan di warung seberang sekolah. Ketika aku keluar dari warung itu, tiba-tiba seorang adik kelas menghampiriku, “Mbak Win, aku dititipi surat.” Kemudian ia menyerahkan sepucuk surat kepadaku. Aku sudah lupa wujud surat itu. Akupun menerimanya, masih dalam keadaan bingung. Surat. Surat dari siapa? “seko sopo?” tanyaku penasaran. “emboh ora reti.” Ternyata dia tidak mengenal siapa yang menitipkan surat itu. Segera aku masukkan surat itu ke dalam saku seragam Pramuka tanpa aku membacanya.

Dalam perjalanan menuju kelas, aku bertemu dengan salah seorang teman –sebut saja Ima-, dia sekelas denganku. “Eh Win, entuk surat yo?” tanyanya padaku. “ho oh ik. Kok reti?” aku heran. Dari gelagatnya dia sudah tahu siapa pengirim surat itu. “seko sopo sih?” desakku kemudian. “seko ---- sebut saja Doni.” “AAAAAA.... moh!” kontan aku melempar surat itu ke tanah.

Memang aku pernah suatu kali secara tidak sengaja ketemu dengan Doni. Tapi ngga ada tegur sapa apalagi kenalan. Dia penduduk sekitar sekolahanku. Tetangganya Ima. Aku sekedar tahu namanya. Tentang statusnya, sama sekali aku tak tahu. Apakah dia masih sekolah, sudah kerja, atau pengangguran. Blas.. ora kenal! Tapi, kok tiba-tiba kirim surat? Ada yang aneh. Sempat aku su'udzon ke Ima, mungkin dia yang mengenalkanku ke Doni.  Pfft... ngga penting!

Surat yang sudah aku lempar itu, dipungut oleh Ima. Dia memintaku untuk membacanya. Tapi aku enggan. Akhirnya dia membuka surat itu dan membacanya setelah aku mengijinkannya. Lagi. Aku tak mau membacanya. Untuk menyentuhnya saja enggan. Jahat kah? Haha... terserah sih orang-orang menilai apa.

Setelah dibaca oleh Ima, dia menceritakan isi surat itu kepadaku. Intinya, Doni   jatuh cinta padaku dan pada hari valentin yang tinggal beberapa hari lagi, dia mengajakku untuk ketemuan a.k.a. nge-date di --- entah aku lupa nama tempatnya. “Iyuuh...!!!”  mungkin kata itu yang akan aku katakan jika kejadian itu terjadi sekarang.

--------------
Lalu intinya? Ya, aku pernah punya cerita tentang valentinan aja meski belum dan tak pernah merayakannya. Hehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar