Jumat, 20 Februari 2015

BELAJAR!!!

Belajar. Menuntut ilmu. Salah satu hal yang diperintahkan Allah kepada para hamba-Nya melalui hadits Rasul-Nya yang mulia. Bukankah apapun yang disampaikan oleh Baginda Rasul berasal dari Allah, wahyu? Semua yang beliau sampaikan adalah kebenaran, sehingga karena kepercayaannya beliau mendapat gelar Al-Amin. Jadi tak perlu lagi menyangsikan keabsahan hadits beliau.


“Tholabul ‘ilmi fariidhotun ‘alaa kulli muslimin.” Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Hadits ini ditujukan kepada semua umat Islam. Tanpa ada batasan umur, anak-anak, remaja, dewasa, bahkan tua. Tanpa ada diskriminasi, laki-laki maupun perempuan. Kesimpulannya, kewajiban ini berlaku bagi siapapun yang masih bisa menghembuskan nafasnya.

Lalu, bagaimana dengan orang yang berpandangan bahwa perempuan tak perlu belajar tinggi-tinggi, paling nanti akhirnya kembali ke ‘dapur-sumur-kasur.’ Silakan! Itu hak Anda. Anda yang tak mau move on. Memang mengurusi ketiga hal tersebut adalah tugas perempuan. Perempuan harus menguasai ketiga hal tersebut.

Tapi, tahukah Anda? Perempuanlah yang akhirnya nanti mendidik anak-anaknya semenjak masih bayi. Mustinya setiap orang tua ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas serta berwawasan luas, bukan? Jadi, bagaimana jadinya apabila sang Ibu tidak memiliki bekal yang cukup untuk mendidik anaknya? Dapatkah keinginan itu terwujud? Bisa saja! Namun, alangkah lebih baiknya jika sang Ibu mempersiapkan ilmu yang mumpuni untuk mendidik anak-anaknya? Tentu iya. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkannya yaitu, belajar!

Ya memang belajar tidak musti ditempuh melalui bangku sekolah ataupun kuliah. Bisa melalui kursus, mengikuti seminar, atau apapun yang sekiranya menambah wawasan bagi sang Ibu dan untuk perkembangan anak-anaknya.

Oh iya, para calon ibu itu menempuh studi lanjut tak semuanya semata untuk mengejar karier lho ya. Ada dari mereka yang belajar untuk pengembangan diri, sebagai persiapan pendidikan anak-anaknya kelak.

Aku sendiri sependapat dengan orang yang mengatakan “perempuan tinggal di rumah saja.” Mengurus anak-anak dan rumah tangga. Aku ingin menyaksikan perkembangan mereka hari demi hari yang semakin pinter, semakin cerdas. Bukan berarti hal ini akan membatasiku dari dunia luar. Bukan! Aku ingin, ketika nanti aku berkeluarga, fokus mengurus rumah tangga. Boleh bekerja, tapi bukan pekerjaan yang sangat menyita kebersamaan bersama keluarga. Trus kerja apa dong? Hehe... ada, sudah direncanakan. Tinggal nunggu suami ACC aja. Haha... *ngayal dulu :D

Kembali ke topik awal, belajar. Merupakan kewajiban semua umat Islam. So, yang ngaku muslim, ayo belajar! Belajar dari berbagai hal. Petik hikmah dalam setiap kejadian. Dan yang tidak kalah penting, amalkan ilmumu. Kata pepatah “al-‘ilmu bilaa ‘amalin kasysyajari bilaa tsamarin”, ilmu tanpa amal bak pohon tanpa buah. Rugi, kan, ya? Hmm...

Oh ya, Allah juga berjanji dalam Kitab-Nya, bahwa Ia akan mengangkat derajar orang-orang yang menuntut ilmu. “yarfa’illahu alladzina aamanu minkum wa alladzina uutu al-‘ilma darojaat.” Subhanallah. Selain dengan belajar kita akan kaya ilmu, Allah akan mengangkat derajat kita. Belum lagi jika ilmu itu kita ajarkan, kita tularkan ke keluarga, saudara, ataupun teman-teman, maka ia akan menjadi amal yang tak akan putus meskipun kita telah meninggal.


Semoga Allah senantiasa karuniakan kita semangat untuk belajar dan berbagi. Aamiin...


Kelas XI-1, pelajaran Bahasa Arab MA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar