Rabu, 31 Desember 2014

Liburan: Semarang Day 2

Selamat Pagi, Kota Atlaaas...
Hari ini si kakak mau ngajakin ngemal. Entahlah, aku ga paham isinya kota Semarang. Jadii, ya manut saja. Hehe
Menu sarapan kali ini, aku yang request. Biasanya sih ngikut aja. Yang aku tahu, Semarang punya Soto.
Yupz, nyoto di sebuah warung soto yang dari jumlah pengunjung yang datang, aku bisa menebak, warung ini cukup terkenal.
Kami memesan, tentunya soto, dan jeruk anget. Ternyata, di tempat yang bikin badan sumuk pun, ritual minum anget tak bisa ditinggalkan. Kalau terlupa, perut rasa mual.
Soto terlebih dahulu terhidang di meja kami. Tidak lama kemudian pelayan datang membawa minuman. "Jeruk anget tiga?" Begitu tanya pelayan kepada kami.
Kompak kami berdua menjawab "dua!"
Aneh! Di meja itu kami cuma duduk berdua. Atau... pengunjung di sini biasa memesan minum double. Entahlah! Sempat aku bergurau "mungkin ada seseorang yang keberadaannya tak tampak oleh kita, Mbak." Haha...
Warung masih ramai. Datang seorang pengunjung. Bingung mencari tempat yang kosong. Akhirnya dia duduk di meja kami, bertiga. Tampaknya, dia sudah biasa jajan di situ. Mm.. pokoknya kelihatan deh.
Datang lagi satu rombongan. Sepertinya mereka dari suatu instansi. No comment! Suasana masih ramai. Seorang ibu duduk di sebelahku. Ketika pelayan mengantar pesanan si ibu, dia bertanya "dua?"
"Satu, Mas." Jawab si ibu.
Aku pun beradu pandang dengan si kakak. Hmm... "mungkin benar ya, ada 'seseorang' di sini." Haha...
Kembali ke kos..
Mandi dan nyuci. Yaa,, aku cuma bawa satu baju ganti. Jadi, ngerajin dong! XD
Kata kakak, jalan-jalannya nanti siang. Okelah, kalau begitu pagi ini... tidoooorr!!
Siangnya ngga panas karena mendung. Tapi tetep aja sumuk. Oh Semarang.
Ayo jalan-jalaaaaann.. ngemal. Citra Land. Sampai sana, makan, trus ya jalan-jalan aja. Aku ngga begitu suka ngemal. Because why? Ra duwe duwit. Klasik!!
Aku sebenarnya suka wisata alam. Ke tempat yang ijo-ijo gitu, ke pantai, ke gurun (andai ada di sini). Tapi karena ngikut, yaaa.. ngga boleh protes.
2 jam muter-muter geje tu capek banget. Mana nyari musholla ga nemu. Maklum, aku baru 2 kali kesana, kayaknya.
"Ayolah, Mbak, nyari musholla. Aku pengen selonjor." Yah, si kakak juga ga tau. Okelah,, keluar. Ke masjid Baiturrahman.
Kami sholat Ashar di sana, sembari istirahat di dalam masjid yang agak sepi dan gelap. Emang arsitektur bangunannya bikin boros lampu tuh masjid. Ah, sok tau banget masalah arsitektur deh! Yang jelas tiduran di situ nyaman. Hehe...
Kata kakak, sebaiknya nunggu Maghrib sekalian aja baru pulang. Oyeah ..  mari i'tikaf! :)
Tibalah waktu Maghrib. Adzan Maghrib pun dikumandangkan. Ada sesuatu yang lain aku temukan di sini. Sambil menunggu iqomah, ada bacaan dzikir terdengar "Subhanallah. Alhamdulillah. Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaah." Berbeda di masjid-masjid yang biasa aku temui, yang tidak kudengar bacaan apapun. Atau seperti masjid-masjid di kampungku yang melantunkan 'pujian' untuk memanggil jamaah.
Dan dalam hal ini, aku sependapat dengan yang tidak ada bacaan apapun di antara adzan dan iqomah. Kenapa? Seseorang ketika memasuki masjid disunnahkan untuk mendirikan sholat 2 rekaat. Right? Dalilnya? Hehe... ada haditsnya, intinya ya itu tadi. ✌ Nah, Jamaah itu kan datangnya ngga barengan. Mereka disunnahkan untuk sholat ketika memasuki masjid. Bukannya suara-suara itu mengganggu? Padahal, pun ketika kita sedang membaca Alquran lantas ada orang yang sholat, kita diperintahkan untuk memelankan bacaan? Wallaahu a'lam..
Sholat Maghrib usai. Rupanya di luar hujan cukup deras. Kami pun memilih untuk tetap berada di masjid. Jadi, antara ngeyup dan i'tikaf itu beda tipis. Hoho...
Kebetulan ada kajian, sepertinya kajian tafsir. Sembari menunggu hujan reda, kami berniat belajar, mendengarkan kajian bersama jamaah seadanya. Namun sayang, kajian tidak bisa kami dengar dengan baik. Ada masalah dengan soundsystem. Ya sudah, kami dengarkan sekenanya. Dan ga paham apa-apa. Duuh..
Hujan berangsur reda. Kamipun segera turun masjid dan kembali ke kos.
Sebelum sampai kos, kami mampir ke dua butik dekat kos. Barangkali ada sesuatu yang pengen dibeli di sana. Hasilnya? Nihil.. mungkin karena aku bukan cewek gaul, jadi ga ada satupun yang cocok. Huft.. pulang deh pulang!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar