Minggu, 07 Desember 2014

Aku dan Tomcat

Pagi ini, usai aku mencuci piring dan peralatan makan, aku berniat mencuci box tempat sabun. Aku masuk ke kamar mandi, kebetulan box itu aku taruh di dalam kamar mandi.
Kuamati di dinding ada tomcat yang sedang merayap. Aku diamkan saja. Namun, ketika box aku buka, tidak lama setelah itu tomcat berada dalam box.
Aku merasa agak takut, karena gigitannya berbahaya. Pernah ada murid di asrama ini kena gigitannya. Aku kurang begitu tahu bagaimana rasa sakitnya, namun, melihat lukanya aku merasa ngeri.
Lalu, apa yang harus aku lakukan? Membunuhnya? Aku sedikit bimbang.
Yang jelas melihat hewan kecil yang mungkin satu species dengan semut itu, rasa takut tetap saja menyergapku. Sebenarnya mudah saja aku membunuhnya. Tinggal aku gilas dengan boxku atau gagang sikat gigi, hewan itu pasti langsung mati.
Tapi, aku berpikir lagi. Hewan itu tak menyalahiku. Kenapa aku begitu kejam terhadapnya? Rasanya tak adil. Karena yang aku tahu, hewan-hewan itu menggunakan 'senjata'nya ketika ia merasa terancam dan ingin mempertahankan diri. Jadi, selama aku tak menyalahi dan mengganggunya, pasti hewan itu tidak akan menyakitiku.
Selain itu, karena aku mempunyai keyakinan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada manfaatnya. Tak ada yang sia-sia! Tak terkecuali ketika Allah menciptakan tomcat, yang meskipun hingga saat ini karena kebodohanku aku belum tahu apa manfaat dari diciptakannya.
Akhirnya, box sabun aku dekatkan ke tembok berharap hewan itu merambat ke tembok. Benar. Ia segera merambat ke tembok. Aku pun bisa segera mencuci boxku. ☺
Ya Allaah, jauhkan aku dari perbuatan dholim. Aamiiin....
Nurista, 7 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar