Kamis, 26 Oktober 2017

Jilbab Traveler

“Ayok jalan-jalan bareng gitu. Ke Jakarta boleh lah...”
Percakapan sederhana yang akhirnya mengantarkan kami bertiga, si anak daerah, untuk bertandang ke Ibu Kota, Jakarta. Satu hari setelah percakapan itu, kami tak main-main, tiket pulang-pergi langsung di-booking. Lalu, do’a dan harapan kami semoga Allah berikan kesehatan. Agar kami bisa mewujudkan salah satu harapan kecil kami, traveling to Jakarta.

Sabtu, 21 Oktober 2017

I was A Coffeeholic (?)


Penyuka kopi ini, mungkin gen bawaan dari ibu yang tiap harinya tidak pernah absen untuk ngopi. Ketika bau kopi tercium, aku akan menghirupnya dalam-dalam. Membiarkannya memenuhi rongga pernafasan, kemudian menahannya lebih lama. Lalu indera pencecapku pun terangsang untuk ingin menikmatinya. Perpaduan pahit dan manisnya.

Kembali ke gen bawaan. Aku kerap menyicip kopi milik ibu. Dan kadang ibu sengaja menyisakan kopinya untukku. Ya, karena aku suka dengan ampasnya. Awkward banget ini, tapi emang faktanya gitu. Aku suka bagian kopi yang mengendap di gelas itu. Haha... 

Sabtu, 23 September 2017

Eh, Tanggal Merah, Ya?

Salah satu yang unik di madrasah tempat aku bekerja adalah tidak ada liburan kecuali hari Ahad. Tidak ada liburan tahun baru (1 Januari, tahun baru imlek, pun 1 Muharram), peringatan hari-hari besar agama, tentunya kecuali 2 hari Raya Islam. Kenapa? Wah, ngga nasionalis nih sekolahnya. Radikal. Bahaya! Kau berpikir begitu?

Jangan salah, di tempat kami tetap melaksanakan upacara bendera pun upacara peringatan 17 Agustus lengkap dengan paskibra-nya kok.

Alah itu cuma kamuflase!

Hmm... ya terserah sih kalau mau berpikir begitu.

Namun madrasah kami punya alasan. Misalnya saja liburan Waisak, kenapa harus libur? Kan siswa juga tidak merayakannya. So, daripada libur di ma'had aja atau jalan-jalan engga jelas, lebih baik kan belajar di kelas. Setuju?!

Nah, karena keunikan ini.. ketika tanggal merah, kami terutama aku sering tidak sadar kalau hari tersebut adalah sebenarnya hari libur.
Contoh:
Aku minta tolong adikku untuk menguruskan sesuatu di kampus.
"Rifa, ke kampus? Tolong bla bla bla..."
"Engga, Mbak Win. Kan hari ini libur."

Mbak Muna minta hari itu dianter ke Bank. Sementara aku sedang sibuk.
"Dek, temeni ke bank."
"Aku lagi bla bla bla. Besok aja ya..."
"Besok tanggal merah."
-___-

Itu beberapa kekacauan ketika tanggal merah tiba. Namun, 'Ala kulli haal... aku menikmati kerja di tempat ini dengan segala yang ada, meski terlihat tak wajar. :)

Rabu, 09 Agustus 2017

Putih Hitam, Lagi


Hari Selasa, kami berangkat sekolah sebagaimana biasanya. Memakai kemeja putih. Sesuai anjuran Kemenag, atasan putih dengan bawahan gelap.

Dan ini sudah berjalan cukup lama. Aku kira sekarang memakai pakaian seperti itu sudah menjadi hal yang lazim di masyarakat, sebagai seragam pegawai di bawah Kemenag. Namun ternyata, saat kami bertemu dengan penjual makanan di pasar, beliau menyapa kami, "KKN ya, Mbak?" Ha?! "Mboten, Bu." jawabku cepat. 

Jadi ternyata asumsi masyarakat tentang kemeja putih belumlah berubah. Ya, kemeja putih me'muda'kan kami. Kok? Iya, setua ini masih aja dibilang anak KKN. :D


Dulu pernah posting yang serupa di tumblr, Putih Hitam dan Kata Mereka 

Rabu, 07 Juni 2017

Nikmat Manakah yang Kamu dustakan?

Pekan kemarin aku sempatkan untuk pulang. Lebih tepatnya sih bolos, karena memang belum libur. Sudah lamaaa banget engga menyapa kampung halaman. Membuatku rindu pada segala hal yang ada di sana. Rindu pada suasananya nan damai, rindu pada kehangatan para tetangga, rindu celoteh anak-anak kecil yang kerap datang ke rumah. Dan rindu yang paling besar adalah rindu pada keluarga.